Dasar-dasar

Model Inverse

Pendekatan ini merupakan proses dua tingkat:

Tingkat satu menggunakan beberapa model inverse yang memungkinkan untuk mengestimasi kedalaman air, konsentrasi konstituen kolom air dan pola reflektan bentik pada tiap piksel citra.

Tingkat dua dapat memanfaatkan pendekatan terbimbing atau tak-terbimbing yang diuraikan sebelumnya untuk memetakan ciri-ciri tutupan bentik.

Bentuk modifikasi lainnya dari pendekatan ini adalah forward model dari pola reflektan spektral dari semua kombinasi yang mungkin dari: kedalaman air, konsentrasi konstituen kolom air dan pola reflektan bentik untuk membuat look-up table yang dapat digunakan untuk mengkasifikasikan tiap piksel (Hedley et al. 2009).

Data lapangan yang dibutuhkan:

Inverse modelling figure
Model transfer radiasi dari dasar ke sensor (Brando dan Dekker, 2003).

Referensi:

Hedley, J., C. Roelfsema and S. R. Phinn (2009). "Efficient radiative transfer model inversion for remote sensing applications." Remote Sensing of Environment 113(11): 2527-2532.

Brando, V. E., J. M. Anstee, M. Wettle, A. G. Dekker, S. R. Phinn and C. Roelfsema (2009). "A physics based retrieval and quality assessment of bathymetry from suboptimal hyperspectral data." Remote Sensing of Environment 113(4): 755-770.

Brando, V. and A. Dekker (2003). "Satellite hyperspectral remote sensing for estimating estuarine and coastal water quality." IEEE Transactions on Geosciences and Remote Sensing 41(6): 1378-1387.